Review : When The Wind Blows

When the Wind Blows

Judul: When The Wind Blows
Penulis: James Patterson
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Kategori: Sience Fict
Harga: Rp 40.000,-
Rate : 6/10


Prolog :
Maximum, gadis berusia 11 tahun itu berlari secepat mungkin dari sekolah yang menyebalkan dan memuakkan itu. Dia tahu ‘mereka’ datang untuk membunuhnya. Menidurkannya, seperti yang diucapkan Paman Thomas. Di kepalanya terlintas pikiran menakutkan tentang adiknya, Matthew. Dia takut paman Thomas telah menangkapnya, dan menidurkannya. Thomas, yang mereka anggap sebagai teman, telah menghianati mereka.

Max terus berlari sekalipun tubuhnya menolak. Dia lelah dan kesakitan. Tapi Pagar tinggi di hadapannya menghalangi  pelariannya. Tidak ada jalan lain. 

Dengan kekuatan yang mendadak muncul, dia membentangkan sayapnya. Sayap indah berwarna putih dengan ujung perak. Panjang bentangannya 2,7 meter. Max mulai berlari lagi, mengepak-ngepakkan sayapnya dengan kuat dan cepat. Kakinya terangkat dari tanah. Dia terbang!

Review :
Frannie O’neill adalah dokter hewan yang berbakat. Kehidupannya di dedikasikan sepenuh hati untuk pekerjaannya. Tapi semua berubah ketika dia melihat seorang gadis bersayap di hutan di jalan pulang ke rumahnya, Maximum. Dibantu Kit Harrison, seorang agen FBI yang sedang menyamar, Frannie mencoba mencari keberadaan si gadis ‘malaikat’ itu. Pencarian yang dianggap mustahil itu menuntunnya dalam deretan fakta yang mencengangkan. Dimulai dengan sebab kematian suaminya yang serba misterius, sampai bukti-bukti tentang eksperimen terhadap janin dan anak-anak manusia yang mengerikan dan kejam, sekaligus mempesona.

Opini :
Ceritanya sih menarik, berlatar eksperiemn biologis yang boleh dibilang sadis . Paling ngga ada bab yang menampilkan ‘sedikit’ kesadisannya. Tapi rasanya masih kurang greget. IMHO sih action nya kurang banget ya. Dan entah kenapa, aku ngerasa kalo setiap bagian di cerita terasa nanggung.  Mulai dari konflik, relasi antar tokoh sampai klimax dan penyelesaiannya. Mungkin ada beberapa sebab :
1. Bukunya kurang tebel, jadi pengembangan cerita masih kurang
2. Aku asal comot di penyewaan buku, jadi cerita kurang nyantol
3. Aku baca buru2, jadi sama kaya poin no 2

—————————————————————————————————————

Serapium Reading Challenge 2012

—————————————————————————————————————

Iklan

4 thoughts on “Review : When The Wind Blows

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s